Gol Penalti Alejandro Grimaldo Kunci Kemenangan Atlético 2-1

Gol Penalti Alejandro Grimaldo Kunci Kemenangan Atlético 2-1

Gol Penalti Alejandro Grimaldo berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-1 dalam Derby Madrid di Riyadh Air Metropolitano. Pertandingan tersebut berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, dalam jornada ketujuh LaLiga. Hasil tersebut membawa Atlético naik ke posisi kedua klasemen dengan 16 poin.

Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung bermain agresif untuk menguasai area tengah lapangan. Namun, pertandingan berlangsung ketat karena kedua pertahanan mampu menutup ruang dengan disiplin. Selain itu, duel fisik membuat aliran serangan kedua tim beberapa kali terhenti.

Real Madrid berusaha membangun serangan melalui Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham. Sementara itu, Atlético mengandalkan pergerakan Giuliano Simeone dan Álex Baena. Akan tetapi, kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama.

Salah satu momen penting terjadi ketika Jude Bellingham terlibat duel dengan Cristian Romero. Wasit kemudian meninjau insiden tersebut melalui VAR sebelum mengubah keputusan kartu. Setelah pemeriksaan, kartu di berikan kepada Romero dan bukan kepada Bellingham.

Selanjutnya, insiden lain terjadi menjelang turun minum ketika Lee Kang-in melakukan tekel terhadap Federico Valverde. Pelanggaran tersebut tidak berujung kartu merah dan pertandingan kembali di lanjutkan. Dengan demikian, skor tetap 0-0 hingga kedua tim memasuki ruang ganti.

Gol Penalti Alejandro Grimaldo babak pertama akhirnya berakhir tanpa gol setelah kedua kesebelasan gagal memanfaatkan peluang yang tersedia. Atlético memang tampil agresif, tetapi Madrid tetap mampu menjaga pertahanannya. Karena itu, perubahan strategi setelah jeda menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.

Alejandro Grimaldo Eksekusi Penalti Dan Bawa Atlético Unggul

Alejandro Grimaldo Eksekusi Penalti Dan Bawa Atlético Unggul memasuki babak kedua, Atlético langsung meningkatkan tekanan ke pertahanan Real Madrid. Pada menit ke-49, Giuliano Simeone berhasil memasuki kotak penalti dan di jatuhkan Dean Huijsen. Wasit kemudian menunjuk titik putih untuk memberikan penalti kepada Atlético.

Huijsen awalnya mendapat keputusan kartu kuning dari wasit. Namun, setelah peninjauan VAR, kartu tersebut di tingkatkan menjadi kartu merah. Akibatnya, Real Madrid harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Alejandro Grimaldo kemudian mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor penalti Atlético. Pemain tersebut melepaskan tembakan kaki kiri ke arah sudut kiri bawah gawang. Thibaut Courtois tidak mampu menjangkau bola sehingga Atlético unggul 1-0 pada menit ke-53.

Setelah gol tersebut, Atlético semakin percaya diri mengembangkan serangan. Sebaliknya, Real Madrid harus melakukan penyesuaian setelah kehilangan Huijsen. Namun, Madrid tetap mencoba menciptakan peluang meskipun jumlah pemain mereka berkurang.

Hanya enam menit kemudian, Atlético kembali mencetak gol melalui Jonathan David. Penyerang asal Kanada tersebut menyelesaikan umpan rendah Giuliano Simeone dari sisi lapangan. Dengan demikian, Atlético memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-59.

Real Madrid kemudian melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang. Antonio Rüdiger masuk menggantikan Arda Güler, sementara Yan Diomande menggantikan Vinícius Júnior. Setelah itu, Madrid berusaha mencari celah melalui serangan langsung dan situasi bola mati.

Di sisi lain, Atlético tetap menjaga organisasi permainan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Bahkan, tuan rumah sempat mendapatkan peluang tambahan untuk mencetak gol ketiga. Namun, Courtois mampu melakukan penyelamatan penting sehingga skor tidak berubah.

Real Madrid Memperkecil Ketertinggalan, Atlético Bertahan

Real Madrid Memperkecil Ketertinggalan, Atlético Bertahan memasuki menit-menit akhir, Real Madrid mulai meningkatkan tekanan meskipun bermain dengan sepuluh pemain. Atlético kemudian memilih bermain lebih aman sambil menjaga jarak antarlini. Sementara itu, Madrid terus mencari peluang melalui umpan silang dan bola mati.

Thibaut Courtois tampil penting bagi Real Madrid dengan beberapa penyelamatan selama pertandingan. Salah satu penyelamatan terjadi ketika ia menggagalkan peluang dari pemain Atlético. Namun, performa tersebut belum cukup untuk menghindarkan Madrid dari kekalahan.

Real Madrid akhirnya mendapatkan gol pada menit ke-89 melalui Antonio Rüdiger. Bek asal Jerman tersebut mencetak gol menggunakan sundulan setelah menerima umpan silang Bernardo Silva. Gol itu membuat Madrid memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Setelah gol tersebut, Madrid semakin berani melakukan tekanan ke area pertahanan Atlético. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengubah keadaan. Atlético kemudian mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Dengan kemenangan tersebut, Atlético mengumpulkan 16 poin dari tujuh pertandingan LaLiga. Sementara itu, Real Madrid tertahan dengan 15 poin setelah menderita kekalahan kedua musim ini. Atlético juga naik ke posisi kedua, sedangkan Madrid berada satu tingkat di bawahnya.

Bagi Grimaldo, gol melalui titik putih menjadi momen penting dalam Derby Madrid tersebut. Eksekusinya membuka jalan bagi Atlético sebelum Jonathan David menambah keunggulan. Karena itu, kontribusi Grimaldo menjadi bagian penting dari kemenangan 2-1 atas rival sekota.

Pada akhirnya, Atlético mampu mempertahankan kemenangan meskipun Madrid memberikan tekanan pada fase akhir. Selain itu, keputusan VAR dan kartu merah Huijsen menjadi bagian penting pertandingan. Dengan demikian, Atlético menutup derby dengan tiga poin dan posisi lebih tinggi dalam klasemen Gol Penalti Alejandro Grimaldo.